Konfigurasi IP Static di Debian 12
Konfigurasi IP statis memastikan server memiliki alamat jaringan yang tetap
dan tidak berubah-ubah saat reboot. Panduan ini menggunakan standar berkas
/etc/network/interfaces dengan topologi LAN lab TKJ
(subnet 192.168.20.0/24).
Gunakan user root atau hak akses sudo penuh untuk memodifikasi pengaturan antarmuka jaringan sistem.
sudo -i
Periksa nama kartu jaringan (NIC) yang terpasang. Di Proxmox/KVM biasanya bernama eth0, di VMware ens33, dan di VirtualBox enp0s3.
ip a
Buat salinan cadangan berkas interfaces sebelum disunting agar mudah dipulihkan jika ada kesalahan ketik.
cp /etc/network/interfaces /etc/network/interfaces.bak
Buka berkas konfigurasi dan ganti baris DHCP dengan parameter static IP, gateway, dan DNS.
pico /etc/network/interfaces
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface (sesuaikan eth0 dengan nama NIC Anda)
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.20.10/24
gateway 192.168.20.1
dns-nameservers 192.168.20.1 8.8.8.8
Pastikan file resolver berisi alamat server DNS lokal sekolah atau DNS publik agar domain internet dapat diakses.
pico /etc/resolv.conf
nameserver 192.168.20.1
nameserver 8.8.8.8
Flush IP lama (bawaan DHCP) dan muat ulang layanan networking Debian untuk menerapkan konfigurasi statis.
ip addr flush dev eth0 && systemctl restart networking
Pastikan IP address statis yang baru telah terpasang dengan benar pada interface.
ip a show eth0
Pastikan rute keluar jaringan mengarah ke IP gateway router lab yang benar.
ip route
Kirimkan paket ICMP echo ke gateway lokal untuk memverifikasi keterhubungan kabel/LAN.
ping -c 4 192.168.20.1
Lakukan ping ke IP DNS publik dan nama domain untuk memastikan akses internet dan DNS berfungsi penuh.
ping -c 4 8.8.8.8
ping -c 4 repo.smkpgriwlingi.sch.id