Konfigurasi DNS Server di Debian
Tutorial ini mengikuti alur praktik yang biasa dipakai di lab:
instalasi Bind9, penyalinan file zone, edit konfigurasi dengan
pico, restart service named, lalu uji
domain dari komputer client.
Gunakan user yang memiliki hak akses untuk konfigurasi DNS server.
sudo -i
Langkah ini biasanya dijalankan sebelum instalasi paket Bind9.
apt update
Pasang paket DNS server pada Debian.
apt install bind9 -y
Seluruh file konfigurasi zone akan dikerjakan dari sini.
cd /etc/bind
Gunakan file db.127 sebagai template awal.
cp db.127 db.172
Gunakan file db.local sebagai template domain.
cp db.local db.domain
Rubah localhost menjadi domain yang akan dipakai, lalu sesuaikan 1.0.0.0 menjadi IP oktet terakhir.
pico db.172
Rubah localhost menjadi domain yang akan dipakai dan sesuaikan IP address pada record A.
pico db.domain
Tambahkan forwarder DNS publik dan nonaktifkan validasi DNSSEC sesuai kebutuhan praktik.
pico named.conf.options
forwarders {
8.8.8.8;
};
dnssec-validation no;
Tambahkan deklarasi zone forward dan reverse sesuai domain dan network yang digunakan.
pico named.conf
zone "zai.smkpgriwlingi.sch.id"{
type master;
file "/etc/bind/db.domain";
};
zone "203.168.192.in-addr.arpa"{
type master;
file "/etc/bind/db.172";
};
Terapkan seluruh perubahan konfigurasi DNS server.
systemctl restart named
Pastikan service berjalan tanpa error setelah restart.
systemctl status named
Arahkan DNS komputer client ke IP server DNS yang sudah dibuat.
# contoh DNS client
Preferred DNS: IP server DNS
Di Command Prompt, nslookup harus menampilkan domain yang sudah dibuat.
nslookup
zai.smkpgriwlingi.sch.id