Tutorial Linux

Konfigurasi DHCP Server
di Debian

Panduan lengkap instalasi dan konfigurasi ISC DHCP Server pada Debian 12/13 untuk mendistribusikan konfigurasi IP, subnet mask, gateway, dan DNS ke komputer client laboratorium, dilengkapi fitur reservasi IP.

Langkah konfigurasi

Setup DHCP Server (isc-dhcp-server)

Network Service

Konfigurasi DHCP Server di Debian

Lihat catatan

Tutorial ini memandu alur praktikum administrasi server jaringan di lab: instalasi paket isc-dhcp-server, penentuan interface jaringan LAN, pengaturan IP pool dinamis (subnet 192.168.20.0/24), reservasi IP berdasarkan MAC address, hingga verifikasi pengujian dari client Windows dan Linux.

1
Masuk sebagai root jika diperlukan

Gunakan user root atau hak akses sudo untuk mengonfigurasi layanan jaringan sistem.

sudo -i
2
Perbarui daftar paket repository

Pastikan indeks paket APT server Anda dalam kondisi terkini sebelum instalasi.

apt update
3
Pasang paket ISC DHCP Server

Instal paket isc-dhcp-server. Pesan status gagal/failed pada akhir proses instalasi pertama kali adalah normal karena interface belum dikonfigurasi.

apt install isc-dhcp-server -y
4
Identifikasi nama interface jaringan server

Periksa nama kartu jaringan (NIC) server yang terhubung langsung ke switch client LAN (misal: eth0, ens33, atau enp0s3).

ip a
5
Tentukan interface jaringan layanan DHCP

Buka berkas konfigurasi default server dan tetapkan interface IPv4 yang melayani client.

pico /etc/default/isc-dhcp-server

# Cari baris INTERFACESv4 dan isi nama interface LAN Anda:
INTERFACESv4="eth0"
6
Cadangkan berkas konfigurasi asli

Buat backup berkas konfigurasi dhcpd.conf sebelum disunting.

cp /etc/dhcp/dhcpd.conf /etc/dhcp/dhcpd.conf.bak
7
Konfigurasi subnet pool dan opsi jaringan

Edit berkas dhcpd.conf untuk menentukan rentang IP dinamis, gateway, subnet mask, dan DNS server lab.

pico /etc/dhcp/dhcpd.conf

# Masukkan konfigurasi subnet berikut pada bagian bawah file:
subnet 192.168.20.0 netmask 255.255.255.0 {
    range 192.168.20.10 192.168.20.100;
    option routers 192.168.20.1;
    option subnet-mask 255.255.255.0;
    option domain-name "smkpgriwlingi.sch.id";
    option domain-name-servers 192.168.20.1, 8.8.8.8;
    default-lease-time 600;
    max-lease-time 7200;
}
8
Konfigurasi reservasi IP statis (Opsional)

Untuk perangkat yang membutuhkan IP tetap (seperti PC Instruktur atau Printer Jaringan), tambahkan blok host berbasis MAC address.

pico /etc/dhcp/dhcpd.conf

# Tambahkan di dalam atau di bawah deklarasi subnet:
host pc-guru {
    hardware ethernet 08:00:27:11:22:33;
    fixed-address 192.168.20.250;
}
9
Restart layanan ISC DHCP Server

Terapkan seluruh perubahan konfigurasi dengan memuat ulang service DHCP.

systemctl restart isc-dhcp-server
10
Cek status keaktifan layanan

Pastikan status layanan berwarna hijau (active (running)) tanpa pesan kesalahan.

systemctl status isc-dhcp-server
11
Uji alokasi IP pada Client Windows

Pada Command Prompt (CMD) client Windows, lepas dan minta pembaruan IP address dari server.

ipconfig /release
ipconfig /renew
ipconfig /all
12
Uji alokasi IP pada Client Linux / Debian

Pada terminal client Linux, minta pembaruan lease DHCP dan periksa IP address yang diterima.

sudo dhclient -v -r
sudo dhclient -v
ip a
13
Pantau log peminjaman IP di Server (Leases)

Cek daftar komputer client yang telah aktif menyewa IP dari DHCP server melalui berkas leases.

cat /var/lib/dhcp/dhcpd.leases
Catatan Praktikum: Pastikan interface LAN server Anda sudah menggunakan IP statis (misalnya 192.168.20.1/24) sebelum menjalankan layanan DHCP. Seluruh baris opsi di dalam file dhcpd.conf wajib diakhiri dengan tanda titik koma (;). Jika service gagal berjalan (failed), jalankan journalctl -xeu isc-dhcp-server untuk menelusuri nomor baris kesalahan sintaks.